welcome to the place you get the meaning of life .. to share and receive all of what is in our lives. lalui to share life with a better life .. way of living together multatuli. “I am speaking to you in a language, which is not mine nor yours, but I am speaking with the language of my heart,” (Soekarno)
Selasa, 08 September 2009
Teori Kausalitas
Selain dalam delik-delik yang dirumuskan secara materill, penentuan teori kausalitas diperlukan juga dalam delik yang dikualifisir oleh akibatnya (door het gevolg gequalifiseerde delikten) yaitu di mana karena timbulnya suatu akibat tertentu, ancaman pidana terhadap delik tersebut diberatkan.
Teori Conditio Sine Qua Non
Teori ini dikemukakan oleh Von Buri, teori ini menyatakan sebab adalah tiap-tiap unsur yang tidak dapat dihilangkan untuk terjadinya skibat. Teori ini dikenal juga sebagai teori ekuivalensi, yaitu pada dasarnya setiap unsur adalah sama nilainya. Teori ini dalam pandangna nya melihat unsur sebab adalah sama nilainya dengan sebab yg menimbulkan akibat tersebut. Contohnya dalam kasus pembunuhan. Si A membunuh B dengan sebilah pisau. Pisau itu adalah milik si C yg pekerjaannya adalah pembuat pisau dan menjual pisau itu kepada si A, dalam teori ini maka si C adalah sama dengan si A yaitu mengakibatkan matinya si B.
Teori ini dulu dianit oleh mahkamah tertinggi Jerman (Reichtgericht) sebelum kalah dalam perang dunia II, dan Von Buri saat itu adalah presiden dari mahkamah tersebut. Di Belanda teori ini dianut salah satunya adalah Van Hamel.
Didalam teori ini yang perlu diperhatikan adalah batasan-batasan yag ada pada unsur –unsur sebab itu. Dalam mencari batasan antara unsur dan musabab ini ada dua pandangan yang berlainan, yaitu:
1. Mereka yang mengadakan btasan secara umum (menggeneralisir) yaitu secara abstrak, jadi tidak terikat pada perkara yang tertentu saja, dan karena itu mengambil pendirian pada saat sebelum timbulnya akibat (ante faktum).
2. Mereka yang mengadakan batasan tersebut secara pandangan khusus (meng-individualisir), tidak melihat secara abstrak dan umum, tetapi secara konkrit mengenai perkara yang tertentu saja. Tiap-tiap kejadian ditinjau sendiri-sendiri untuk menentukan mana yang menjadi musabab dari akibat tadi. Dan karena itu pendirian mereka dengan sendirinya harus pada saat sesudah terjadinya akibat (post faktum).
Kedua pandangan golongan tersebut dikenal sebagai teori generalisir dan teori individualis.
Teori Generalisir
Yang paling terkenal dari golongan yang berpandangan teori ini adalah apa yang dikemukakan oleh J. Von Kries, yairu seorang sarjana matematika dari Jerman. Menurut teori ini, musabab dari suatu kejadian adalah unsur yang pada umumnya menurut jalan kejadian yang normal (biasa), dapat atau mampu untuk menimbulkan suatu akibat atau kejadian tersebut. Menurut Von Kries yang dimaksud dengan kejadian normal itu adalah sepanjang terdakwa mangetahui atau seharusnya mengetahui keadaan-keadaan disekitar akibat.sehingga nilai atau ukuran normal adalah didasarkan pada penilaian yang bersifat subjektif, artinya tergantung pada siapa orang yang menilainya itu sendiri.
Teori Individualisir
Pada golongan yang berpandangan ini terkenal adalah apa yang dikemukakan oleh Birkmejer yang mana beliau mengambil titik pangkal bertolak belakang dari teori Conditio sine qua non. Teori ini didasarkan pada rangkaian unsur-unsur yang tidak dapat dihilangkan untuk yerjadinya akibat, lalu dicari unsur manakah yang dalam keadaan tertentu, yang paling banyak berperan untuk terjadinya suatu akibat (meist wirksam). Pada teori ini yang diharapkan adalah penilaian ditekankan kepada penilaian yang bersifat objektif.
Dan penilaian yang lebih dalam kepada unsur-unsur musabab yang semua dapat berperan untuk menimbulkan suatu akibat.
(Dari berbagai Sumber)
Sabtu, 05 September 2009
The saint

Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.
Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang [1].
Pada usia belia, beliau sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis diFirenze.Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain. Pada tahun 1481Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati(Duke) di sana.Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma
Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang katedral Santo Petrus.Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman. Didalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.
Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.
Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.
Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernamaPriory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat. Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'. Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas perempuan sundal diperistri oleh Yesus. Namun semua hal tersebut tidak terbukti kebenarannya, hingga saat ini, sehingga tudingan ini hanya dianggap sebagai langkah untuk memojokkan posisi umat Kristiani. (sumber Wikipedia.com)